Covid 19 : Apa Yang Harus Dilakukan Perusahaan??
Saat ini boleh dibilang ekosistem kita berubah, di luar prediksi... semua terkena dampak & semua harus menyesuaikan kalau mau survive, ada yang cukup melakukan mutasi (review bisnis plan / proses bisnisnya), ada yang cukup shifting sebentar sambil merancang strategi (masuk pit stop), tapi ada juga yang memang harus evolusi (mengganti secara total bisnisnya).
Usaha di sektor kebutuhan primer seperti energi, makanan pokok, listrik, mungkin cukup sedikit merubah bisnis plan nya, dari semula offline, menjadi online delivery.. LPG & beberapa produk Pertamina termasuk salah satunya yang memungkinkan menggunakan skema ini. Bright Gas yang semula konsumen beli langsung ke outlet, dirubah menjadi online delivery (demikian juga beberapa produk seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dll) meski masih selektif di beberapa lokasi. Contoh lain, warung2 makan yang semula offline, menjadi usaha pesan antar. Bahkan tidak sedikit gerai besar seperti Transmart yang mulai mengonlinekan dagangannya, layanan pesan antar. Usaha konveksi pakaian jadi, barangkali bisa mutasi sebagai produsen masker, dll. Para guru & jasa pelatihan / kursus, yang semula mengajar offline pertemuan fisik, sekarang mulai bergeser ke pelatihan online.
Tapi ada sektor yang memang harus melakukan evolusi (kalau tidak kuat untuk melakukan shiting, masuk pit stop sementara waktu menunggu timing & bersiap untuk bangkit di saat yang tepat). Misal: jasa parkir. Di saat semua sektor lockdown, semua orang berdiam di rumah, maka pemasukan sektor ini praktis turun drastis, bahkan bisa nol di lokasi-lokasi tertentu. Usaha souvenir yang mengandalkan emosional & memori pembeli pun pasti merosot drastis omsetnya. Saat area wisata ditutup, maka bisnis souvenir di area2 tersebut kehilangan pasar. Nol pemasukan. Mau tidak mau kalau tidak kuat shifting sambil makan tabungan, harus mencari bisnis lainnya. Entah kemudian buka usaha makanan pesan antar, ternak lele, kambing, dll, banting setir ke produsen alat-alat kesehatan seperti sabun, desinfektan, dll. Usaha umroh & haji, praktis saat ini mereka nol pemasukan kalau bersikeras hanya berada di bisnis utamanya. Kelebihannya mereka memiliki database customer yang boleh dibilang rata-rata dari kalangan menengah ke atas. Mereka rata-rata memiliki WAG alumni customernya, yang menjadi channel bagi mereka untuk memasarkan produk-produk lainnya.
Intinya, semua mesti realistis. Review kondisi bisnis (produk, pasar), evaluasi kemampuan internal, cukupkah melakukan mutasi melalui modifikasi bisnis plan, atau mampu shifting sementara waktu, atau harus segera evolusi mencari bisnis lain.
Semoga krisis ini segera berlalu, dan semuanya mampu survive, bahkan lebih kuat lagi di masa mendatang. Aamin,..
Comments
Post a Comment